LENSALANDAK.ID I Pdt. Deky Nggadas mengingatkan bahwa di zaman teknologi sekarang ini, orang bisa dengan mudah jadi terkenal tanpa harus punya dasar iman atau teologi yang kuat. Asal pintar ngomong, jago main media sosial, dan mampu mengenali isu-isu yang disenangi algoritma, maka ia bisa cepat viral. Sayangnya, banyak orang Kristen kemudian lebih percaya pada yang viral, bukan pada kebenaran firman Tuhan.
Menurut Pdt. Deky, inilah yang terjadi dengan fenomena EdisTV. Dalam salah satu videonya, EdisTV katakan orang Kristen itu “tidak waras” kalau percaya Yesus mati di kayu salib karena rencana Allah Bapa. Ia menyebut penyaliban hanya rencana Iblis. Ironisnya, banyak orang Kristen di kolom komentar setuju dengan pandangan itu.
Padahal, cara tafsir seperti ini salah besar. EdisTV hanya mengambil satu-dua ayat lalu langsung buat kesimpulan, tanpa melihat seluruh ajaran Alkitab. Kalau pakai cara itu, bisa saja muncul kesimpulan sebaliknya: bahwa justru Iblis yang mau mencegah Yesus mati di salib (Matius 16:21–23).
Pdt. Deky menegaskan, banyak orang setuju bukan karena paham firman Tuhan, tapi karena senang EdisTV menyerang agama lain (islam). Itulah yang ia sebut “mentalitas algoritma” yaitu setuju hanya karena dia menyerang agama lain, bukan karena kebenaran Alkitab.
Karena itu, beliau mengingatkan kita semua untuk berhati-hati. Jangan gampang percaya hanya karena seseorang viral. Ukuran kebenaran bukan jumlah pengikut, tapi apakah ajarannya sungguh sesuai dengan firman Tuhan.









